Home » » Arsitektur dan Ukiran Rumah Gadang Minangkabau

Arsitektur dan Ukiran Rumah Gadang Minangkabau

ARSITEKTUR RUMAH GADANG. Arsitektur merupakan gaya rancangan suatu bangunan, seringkali di sebut juga dengan bentuk bangunan. Bararti arsitektur rumah gadang minangkabau adalah gaya rancangan bangunan rumah gadang minangkabau atau bentuk rumah gadang minangkabau.

Arsitektur merupakan kreasi seni bangunan. Dalam arsitektur terseb terkandung unsur pembentuknya. Unsur tersebut seperti ruang, susunan, dan bahan. Penciptaan arsitektur bangunan berhubungan dengan kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Selain manusia itu sendiri, lingkungan alam juga mempengaruhi penciptaannya. Hal lainnya yang juga mempengaruhi adalah norma adat, kehidupan rohani, dan kebiasaan masyarakat.  Begitu juga dengan penciptaan arsitektur rumah gadang minangkabau.

Ruang yang ada di dalam rumah gadang berguna untuk menampung kegiatan manusia sebagai pemiliknya. Ruang tersebut dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan, kalau dari susunan dan bentuknya di pengaruhi oleh alam lingkungan. Selain itu juga di latarbelakangi oleh adat dan kebiasaan masyarakat. Jadi dapat di katakan, bentuk dan susunan rumah gadang ini di pengaruhi oleh dua hal yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial.

UKIRAN RUMAH GADANG. Ukiran yang di bentuk tersebut merupakan ragam hiasan bidang. Setiap ukiran pada bagian – bagian di rumah gadang mempunyai ciri khas dan makna tersendiri. Ukiran tersebut juga merupakan sebuah karya seni di minangkabau. Ukiran tersebut bersumber dari motif alam, yang berkaitan dengan falsafah alam yang di anut oleh orang minangkabau. Bukan berarti ukiran tersebut dijadikan sebagai bentuk kepercayaan atau skaral maupun sebagai bentuk pemujaan, tetapi ukiran tersebut semata – mata di tampilkan sebagai karya seni yang bernilai hiasan.

alam takambang jadi guru” sebagai falsafah orang minangkabau sangat mempengaruhi bentuk dan gaya tampilan ukiran rumah  gadang.  Biasanya motif ukiran bersumber dari akar tumbuhan merambat. Akar tumbuhan merambat itu di sebut  akar yang berdaun, berbunga, dan berbuah. Variasi susunan akar merupakan pola inti ukiran tersebut. ada pola akar berlingkaran, berjajaran, berhimpitan, berjalin, dan bersambung atau sambung – menyambung.

Penamaan ukiran tersebut di sesuaikan dengan bentuk polanya. Nama – nama tersebut seperti “kaluak paku, pucuak rambuang, saluak laka, jalo, jarek, itiak pulang patang, dan saik galamai”. Setiap nama dari ukiran tersebut memiliki makna ajaran minangkabau. Penamaan dan pemakaian ukiran tersebut yaitu, “kaluak paku’ di artikan sebagai ajaran anak dipangku kemenakan dibimbing. “pucuak rabuang” di artikan sebagai ajaran yang praktis yaitu “ketek baguno, gadang tapakai”. “saluak laka” diartikan sebagai lambang kekerabatan di minangkabau yang saling berkaitan. “jalo” melambangkan sistem pemerintahan yang di tuangkan datuak parpatih nan sabatang atau aliran bodi caniago. “jarek” melambangkan sistem pemerintahan yang di ciptakan oleh datuak katumanggungan atau aliran koto piliang. “itiak pulang patang” diartikan sebagai sebuah ketertiban anak – kemenakan. “saik galamai” melambangkan ketelitian. Bentuk ukiran lain yaitu “si kambang manih” yang menggambarkan keramahan.

Comments
0 Comments

0 komentar disini:

Post a Comment

Translate