1. keluarga inti. Hubungan kekerabatan ini menurut kekerabatan matrilineal adalah hubungan kekerabatan didalam keluarga yang terikat menurut garis keturunan ibu. Biasanya keluarga inti, tinggal didalam satu rumah gadang yang diikat oleh sako dan pusako. Keluarga inti ini terdiri dari 3 generasi yaitu generasi nenek, generasi ibu, dan generasi anak-anak.
Nenek mempunyai saudara laki-laki, yang merupakan mamak bagi ibu. Jika ibu mempunyai saudara laki-laki, berarti mamak bagi anak-anaknya. Semua itu adalah termasuk kedalam keluarga inti di minangkabau dahulunya. Mungkin untuk sekarang tidak seperti itu lagi.
Kakek atau suami dari nenek bukanlah termasuk kedalam keluarga inti, meski ia berada dalam rumah gadang nenek. Kakek berasal dari suku dan rumah gadang lain, maka kakek tidak terikat oleh suku, sako dan pusako. Sedangkan menurut matrilineal, keluarga inti adalah keluarga yang terikat oleh satu garis keturunan. Kekerabatan menurut satu garis keturunan itu diikat oleh kesamaan sako, pusako dan suku. Begitu juga dengan bapak atau suami dari ibu, ia juga bukan merupakan keluarga inti dari keluarga nenek atau ibu atau anak-anak ibu. Kakek, bapak atau suami dari saudara ibu lain, merupakan anggota keluarga inti lain di minangkabau dimana ia berasal.
2. sumando dan pasumandan beserta ipa dan bisan. Kekerabatan antara sumando dan pasumandan beserta ipa dan bisan muncul disebabkan karena adanya perkawinan. Seorang bapak atau suami disebut sumando didalam keluarga inti dan dipanggil sumando oleh saudara-saudara istrinya. Seorang istri disebut pasumandan oleh keluarga inti dari suaminya, dan dipanggil pasumandan oleh saudara-saudara suaminya. Saudara-saudara laki-laki dari istri, oleh suami disebut bisan, sedangkan saudara perempuan disebut ipa (ipar). Hubungan timbal balik antara keluarga suami dengan keluarga istri disebut bisan.
3. induak bako dan anak pisang beserta mintuo dengan minantu. Hubungan kekerabatan ini terjadi disebabkan karena perkawinan. Hubungan kekerabatan induak bako dan anak pisang adalah hubungan antara seorang perempuan dengan saudara-saudara laki-lakinya. Saudara perempuan dari bapak bagi seorang anak disebut induak bako. Anak-anak dari saudara laki-laki disebut anak pisang. Istri dan suami dari anak-anak disebut minantu. Anak-anak menyebut orangtua istri atau suaminya mintuo.
