Fungsi Rumah Gadang di Minangkabau
Posted by Unknown
Posted on with No comments
Rumah gadang tidak hanya sebagai tempat tinggal saja, namun
memiliki fungsi lain seperti sebagai monumen, dan sebagai lembaga di
minangkabau.
RUMAH GADANG SEBAGAI MONUMEN. Monumen adalah tempat atau bangunan yang mengandung nilai
sejarah. Bangunan tersebut merupakan saksi tentang suatu peristiwa. Jadi, rumah
gadang sebagai monumen berartikan rumah gadang mengandung nilai sejarah bagi
masyarakat minangkabau.
Banyak hal yang tersimpan di rumah gadang, baik berupa benda
material maupun tidak. Yang berupa benda, misalnya harta kekayaan kaum,
peninggalan nenek moyang, dan pusak – pusaka lainnya. Sedangkan yang bukan
berupa benda adalah seperti adat, ajaran, falsafah, dan nilai – nilai budaya
lainnya.
RUMAH GADANG SEBAGAI LEMBAGA. Kekerabatan matrilineal di minangkabau merupakan satu –
kesatuan sebuah keluarga yang besar. Salah satu pemersatu dan cirinya adalah
rumah gadang. Keluarga tersebut tinggal dalam sebuah rumah nan gadang. Di sanalah segala yang menyangkut dengan
kehidupan keluarga terjadi. Dalam hal ini rumah gadang tidak hanya sebagai
tempat tinggal saja, tetapi juga sebagai pusat administrasi pemerintahan
kerabat matrilineal.
Pada masa dahulunya, mamak sebagai kepala pemerintahan tidak
memiliki kantor dan pusat ketatausahaan seperti sekarang. Maka dari itu rumah
gadang dijadikan sebagai pusat administrasi keluarga matrilineal. dalam hal ini
fungsi rumah gadang sangat banyak dan berperan penting sebagai pusat
pemerintahan.
Rumah gadang
menggambarkan kelarasan yang di anut, dan martabat serta harga diri.
Jika suatu rumah gadang tampil dengan kemegahan dan di lengkapi dengan rangkiangnya,
petanda martabat da harga diri penghuninya
sangat tinggi.
Label:
MK
Arsitektur dan Ukiran Rumah Gadang Minangkabau
Posted by Unknown
Posted on with No comments
ARSITEKTUR RUMAH GADANG. Arsitektur merupakan gaya rancangan suatu bangunan,
seringkali di sebut juga dengan bentuk bangunan. Bararti arsitektur rumah gadang
minangkabau adalah gaya rancangan bangunan rumah gadang minangkabau atau bentuk
rumah gadang minangkabau.
Arsitektur merupakan kreasi seni bangunan. Dalam arsitektur
terseb terkandung unsur pembentuknya. Unsur tersebut seperti ruang, susunan,
dan bahan. Penciptaan arsitektur bangunan berhubungan dengan kegiatan manusia
untuk memenuhi kebutuhannya. Selain manusia itu sendiri, lingkungan alam juga
mempengaruhi penciptaannya. Hal lainnya yang juga mempengaruhi adalah norma
adat, kehidupan rohani, dan kebiasaan masyarakat. Begitu juga dengan penciptaan arsitektur
rumah gadang minangkabau.
Ruang yang ada di dalam rumah gadang berguna untuk menampung
kegiatan manusia sebagai pemiliknya. Ruang tersebut dimanfaatkan secara
berkelanjutan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan, kalau dari
susunan dan bentuknya di pengaruhi oleh alam lingkungan. Selain itu juga di
latarbelakangi oleh adat dan kebiasaan masyarakat. Jadi dapat di katakan,
bentuk dan susunan rumah gadang ini di pengaruhi oleh dua hal yaitu lingkungan
alam dan lingkungan sosial.
UKIRAN RUMAH GADANG. Ukiran yang di bentuk tersebut merupakan ragam hiasan
bidang. Setiap ukiran pada bagian – bagian di rumah gadang mempunyai ciri khas
dan makna tersendiri. Ukiran tersebut juga merupakan sebuah karya seni di
minangkabau. Ukiran tersebut bersumber dari motif alam, yang berkaitan dengan
falsafah alam yang di anut oleh orang minangkabau. Bukan berarti ukiran
tersebut dijadikan sebagai bentuk kepercayaan atau skaral maupun sebagai bentuk
pemujaan, tetapi ukiran tersebut semata – mata di tampilkan sebagai karya seni
yang bernilai hiasan.
“alam takambang jadi
guru” sebagai falsafah orang minangkabau sangat mempengaruhi bentuk dan
gaya tampilan ukiran rumah gadang. Biasanya motif ukiran bersumber dari akar tumbuhan
merambat. Akar tumbuhan merambat itu di sebut
akar yang berdaun, berbunga, dan berbuah. Variasi susunan akar merupakan
pola inti ukiran tersebut. ada pola akar berlingkaran, berjajaran, berhimpitan,
berjalin, dan bersambung atau sambung – menyambung.
Penamaan ukiran tersebut di sesuaikan dengan bentuk polanya.
Nama – nama tersebut seperti “kaluak
paku, pucuak rambuang, saluak laka, jalo, jarek, itiak pulang patang, dan saik
galamai”. Setiap nama dari ukiran tersebut memiliki makna ajaran minangkabau.
Penamaan dan pemakaian ukiran tersebut yaitu, “kaluak paku’ di artikan sebagai
ajaran anak dipangku kemenakan dibimbing. “pucuak rabuang” di artikan sebagai
ajaran yang praktis yaitu “ketek baguno,
gadang tapakai”. “saluak laka” diartikan sebagai lambang kekerabatan di
minangkabau yang saling berkaitan. “jalo” melambangkan sistem pemerintahan yang
di tuangkan datuak parpatih nan sabatang atau aliran bodi caniago. “jarek”
melambangkan sistem pemerintahan yang di ciptakan oleh datuak katumanggungan
atau aliran koto piliang. “itiak pulang patang” diartikan sebagai sebuah
ketertiban anak – kemenakan. “saik galamai” melambangkan ketelitian. Bentuk
ukiran lain yaitu “si kambang manih”
yang menggambarkan keramahan.
Label:
MK